pemberian Jangkrik yang Berlebihan Bagi Cendet

Bahaya Pemberian Jangkrik yang Berlebihan Bagi Cendet

Dampak pemberian Jangkrik – Cendet atau pentet merupakan burung pemakan serangga apabila dia hidup di alam liar. Dengan demikian dia memenuhi kebutuhan gizi agar mampu bertahan hidup.

Para pecinta burung cendet biasa memenuhi pakan serangga dengan memberikan jangkrik pada burung. Pemberian jangkrik terhadap burung cendet mempunyai berbagai manfaat, terutama meningkatkan kualitas suaranya.

Selain itu khasiat jangkrik bagi burung cendet yaitu mempercepat pertumbuhan, apalagi bagi cendet yang trotol (anakan). Makanya tidak heran bila serangga yang satu ini menjadi pakan andalan bagi sebagian besar burung kicau.

Walaupun pemberian jangkrik ini sangat bermanfaat, akan tetapi beda hal nya jika diberikan secara berlebihan. Bahkan ada sebagian orang justru menjadikannya sebagai makanan utama.

 

Bahaya Pemberian Jangkrik yang Berlebihan Bagi Burung Cendet

Sebagai pecinta burung tentu kita paham bahwa jangkrik merupakan salah satu dari Ekstrafoding burung, atau makanan tambahan. Fungsinya ialah untuk membuat burung lebih rajin bunyi dan juga agar tetap sehat. Berikut beberapa dampak negatif pemberian jangkrik jika berlebihan:

1. Cendet Mati

Walaupun jangkrik merupakan makanan utama cendet di hutan, namun berbeda apabila untuk burung peliharaan. Ternyata dampak jangkrik yang diberikan secara berlebihan justru bisa menyebabkan kematian. Kasus ini sering terjadi pada cendet muda yang masih lolohan.

Kebanyakan dari kita hanya tahu makanan cendet adalah jangkrik, padahal jangkrik sangat berbahaya jika diberikan terus pada pentet lolohan. Sobat perlu tahu, pakan cendet lolohan sebaiknya menggunakan voer basah yang dicampur air, atau tahu putih. Apabila hanya sekali-kali tidak papa diberikan jangkrik.

 

2. Cendet Tidak Mau Makan Voer

Tentu menjadi masalah apabila burung cendet tidak mau makan voer atau konsentrat. Pasalnya ada masa dimana kita kehabisan stok jangkrik, sudah pasti burung akan kelaparan.Maka dari itu penting sekali bagi cendet dilatih makan voer.

Cendet adalah burung yang selalu belajar dari kebiasaan. Apabila dia hanya diberikan pakan berupa jangkrik saja, bisa-bisa dia tidak mau makan voer. Bahkan dia rela menahan lapar jika tidak memperoleh makanan yang dia sukai, alhasil kemudian tewas.

Sudah pasti bila burung rumahan tidak makan konsentrat akan sangat merepotkan, selain itu juga kesehatan burung jadi lemah dan mudah sakit.

 

3. Cendet Overbirahi

Tingkat birahi pada burung memang memiliki dampak bagus, namun jika birahi burung terlalu over maka kualitasnya akan menurun. Apalagi bila burung sudah siap di bawa ke lomba, jelas dia menjadi lebih liar dan agresif.

Burung birahi biasanya memiliki kebiasaan buruk, hal ini menjadi penghambat saat lomba. Misalnya saja burung jadi ganas dan mengejar apapun, suara bunyi asal, lompat-lompat atau salto.

Makanya untuk menekan burung cendet supaya tidak over birahi ialah dengan mengatur pemberian ekstrafooding. Baik itu jangkrik, kroto, ulat hongkong maupun pakan tambahan lainnya.

 

4. Proses Mabung Lebih Lambat

Secara umum burung cendet akan mabung atau berganti bulu menjadi bulu dewasa. Ini adalah proses alami dimana setiap burung pasti melaluinya. Pergantian bulu dari trotol menjadi bulu dewasa bisanya membutuhkan waktu beberapa minggu atau berbulan-bulan hingga selesai mabung.

Bulu pada cendet akan rontok dengan sendirinya, namun kadang dia juga biasa mencabut sendiri. Ternyata efek dari pemberian jangkrik bisa mempengaruhi proses mabung. Maka dari itu bila burung sedang mabung atau ngurak sebaiknya jangan dikasih ekstrafooding.

Kandungan protein pada pakan tambahan serangga dan kroto memiliki protein yang besar. Sehingga akan membuat bulu sulit rontok, akibatnya proses mabung menjadi lebih lama. Bahkan beberapa kasus justru hasil pergantian bulu tidak maksimal.

 

6. Merontokkan Bulu

Sebagian besar pakan tambahan berfungsi menghangatkan atau bahkan membuat suhu tubuh burung jadi panas. Biasanya karena terlalu birahi membuat burung cendet memiliki kebiasaan mencabut bulu sendiri.

Tidak hanya bulu bagian tubuh, burung juga akan sering mematuk ekor dan mencabutnya. Apabila sudah terlihat gejala seperti itu maka sebaiknya burung jangan diberikan pakan jangkrik sampai dia berperilaku normal.

 

7. Cendet Macet Bunyi

Permasalahan burung cendet macet bunyi atau tidak mau buka paruh bukan semata-mata kekurangan EF. Ternyata pemberian EF yang berlebihan bisa membuat burung tidak mau berkicau. Pengaruh yang paling nyata dan masuk akal yaitu akibat efek dari over birahi burung.

Sebabnya sebagai pemilik kita wajib tahu takaran ekstrafooding yang tepat untuk burung cendet agar tidak melakukan kesalahan.

Baca: Cara Merawat Burung Pleci Agar Cepat Ngerol

 

Manfaat pemberian jangkrik bagi cendet memang sangat banyak, namun sobat juga perlu memberikan takaran yang sesuai agar tidak berlebihan. Nah itulah sedikit penjelasan mengenai perawatan cendet, semoga tulisan ini bermanfaat.

Gambar Gravatar
Memberikan solusi dan informasi bagi pengunjung situs ini., Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *