Jenis Katurangan Ayam Bangkok

Ketahui Berbagai Jenis Katurangan Ayam Bangkok

Seperti yang kita ketahui bahwa katurangan ayam bangkok merupakan ciri khas yang dimiliki oleh ayam. Dalam hal ini katurangan menjadi sebuah pembeda dengan ayam lainnya.

Ayam dengan jenis katurangan tertentu dipercaya mempunyai kemampuan tersembunyi serta keunggulan. Kepercayaan terhadap ciri fisik ayam aduan ini telah diturunkan secara turun-temurun oleh parah botoh zaman dahulu.

Bila kita berbicara seputar sejarah sabung ayam di negara kita memang telah ada sajak zaman kerajaan. Dengan mengenali katurangan ayam laga bisa dijadikan sebagai tolak ukur untuk menilai ayam berkualitas.

Sebenarnya ilmu katurangan tidak hanya digunakan untuk menilai kemampuan ayam bangkok. Sebagian Pencinta burung kicau juga memiliki pemahaman yang tidak jauh berbeda.

Berikut ini berbagai jenis katurangan ayam bangkok yang wajib anda tahu.

Katurangan Sisik Kaki Ayam Bangkok Aduan

Sisik kaki ayam bangkok aduan menjadi penilaian pertama saat meninjau kemampuan ayam aduan.

Dengan mengamati sisik kaki ayam kita bisa mengetahui gaya bertarung ayam aduan. Tentu bagi seorang botoh yang berpengalaman cara ini yang paling sering digunakan.

Ayam bangkok dengan katurangan kaki diyakini memiliki kelebihan tersendiri. Berbagai katurangan sisik kaki diantaranya yaitu sisik naga temurun, naga mangsa, batu karang, dan masih banyak lagi.

Baca juga Jenis Ayam Aduan Terbaik yang Populer Saat Ini

Katurangan Warna Bulu Ayam Bangkok Aduan

Meskipun tidak berpengaruh signifikan ternyata warna bulu pada ayam juga menjadi patokan ketika menilai kemampuan ayam.

Ada berbagai jenis warna ayam bangkok, muai dari merah, wido, kelabu, hitam, wiring dan wangkas. Katurangan warna bulu mempunyai julukan tersendiri dengan nama-nama yang unik.

Mitos bulu ayam ini sering dijadikan sebagai perhitungan ketika memilih lawan di arena. Misal, keyakinan kalau mengadu dua ekor ayam yang memiliki warna bulu sama persis bisa menyebabkan ayam rusak.

Beberapa warna bulu jago yang populer di indonesia yaitu ayam wiring, jalak, berumbun, hitam jergem, putih kinantan dan lainnya.

Katurangan Jengger Ayam Bangkok Aduan

Jengger ayam berada di atas kepala ayam, setiap ayam mempunyai bentuk jengger yang beragam. Meski begitu perbedaan yang ada tidak terlalu mencolok sehingga bisa dikategorikan jenis jenggernya.

Jengger pada ayam sering diibaratkan sebagai mahkota yang memberikan karisma tersendiri bagi ayam bangkok.

Katurangan jengger ayam bangkok juga dijadikan sebagai rujukan untuk mengetahui kemampuan ayam bangkok.
Ada berbagai jenis bentuk jengger pada ayam dengan nama-nama yang unik. Misalnya, bentuk jengger belangkon yang bentuknya mirip dengan topi adat masyarakat jawa. Lalu jenis jengger wilah, jengger bunga mawar dan sebagainya.

Katurangan Mata Ayam Bangkok Aduan

Untuk mengetahui katurangan mata pada ayam bangkok ini sangatlah mudah. Umumnya para botoh memilih warna mata ayam yang serasi dengan warna bulu dan paruh ayam.

Ciri-ciri mata ayam petarung yang bagus ialah mempunyai titik kornea yang jernih, serta tatapan mata tajam. Dengan begitu bisa dipastikan gerakan atau reflek pada ayam lebih fleksibel.

Kemudian bentuk mata ayam pada ayam bangkok diyakini bisa memberikan gambaran mental yang dimiliki ayam.
dipercaya menunjukkan kualitas mental ayam aduan, hal ini sudah diyakini sejak dulu.

Jadi Ayam bangkok asli memiliki mental yang bagus, kemudian bentuk dan warna mata ayam bangkok memiliki perbedaan dengan ayam lokal.

Katurangan Lain yang Menjadi Acuan

Selain poin penting yang disebutkan sebelumnya ada beberapa katurangan lain yang bisa dijadikan penilaian mutu ayam. Misalnya seperti katurangan jalu pada ayam yang beraneka ragam

Selanjutnya yang tidak asing bagi kita, ayam suro. Katurangan ayam suro umumnya digunakan oleh botoh suku jawa untuk mengetahui kelebihan ayam aduan.

Katurangan suro mencakup keseluruhan ciri fisik pada ayam, baik sisik kaki, warna, jengger dan bagian penting lainnya.

Baca juga

 

Bila kita berbicara mengenai jenis katurangan ayam bangkoktentu tidak akan terlepas dari mitos dan kepercayaan.
Ada dua pendapat berbeda dimana ada sebagian yang memakai ilmu katurangan ini. Kemudian ada pula pendapat yang sama sekali tidak mempercayai mitos tersebut.

Gambar Gravatar
Tidak ada yang melarang manusia untuk berkreasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *