Mengawinkan Ayam Bangkok

Tips Mengawinkan Ayam Bangkok Agar Hasilnya Bermutu

Proses mengawinkan ayam bangkok aduan adalah kunci sukses dalam budidaya. Ayam yang produktif bisa cepat bertelur dan menghasilkan keturunan.

Sebagai seorang peternak kita wajib tahu bagaimana cara mengawinkan ayam yang baik dan benar. Memang pada dasarnya ayam akan berkembang biak dengan sendirinya, namun bukankah lebih bagus jika kita bisa mempercepat produktivitasnya.

Tidak jarang dari kita yang mengalami masalah dalam hal ini. Misalnya saja dalam menjodohkan ayam hingga masalah ayam tidak mau bertelur.

Tentu ini akan sangat merugikan peternak, pasalnya bagaimana bisa mendapatkan keuntungan dari budidaya bila perkembangannya lambat.

Apabila dilihat dari harga jualnya, budidaya ayam bangkok memang menjanjikan. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tips mengawinkan ayam bangkok agar cepat bertelur.

 

Memilih Sistem Perkawinan Pada Ayam

Secara umum terdapat tiga sistem perkawinan yang bisa sobat gunakan. Tata cara perkawinan yang dipilih juga berpengaruh terhadap hasil produksi.

  • Stud Mating, yaitu cara mengawinkan unggas dengan skala satu banding satu. Dimana menggunakan satu ekor pejantan dan satu betina. Ini sangat efektif untuk menghasilkan keturunan ayam bangkok berkualitas.
  • Pen Mating, adalah sistem perkawinan ayam dengan menggunakan satu ekor pejantan dan beberapa ayam betina. Jadi lebih banyak betina, atau bisa berbanding 3-5 induk untuk 1 jago.
  • Flock Mating, yaitu cara perkawinan dengan skala setara antara pejantan dan betina. Tapi sistem ini tidak cocok untuk ayam bangkok karena terlalu banyak pejantan akan membuat ayam saling bertarung satu sama lain.

 

Tips Ampuh Mengawinkan Ayam Bangkok yang Perlu Anda Tahu

Walaupun terlihat sepele, terkadang masa perkawinan pada ayam tidak selalu berjalan mulus. Hasilnya tingkat produktivitas ayam tidak sesuai sehingga membuat peternak rugi. Berikut ini tips mengawinkan ayam bangkok:

1. Menentukan sistem perkawinan

Seperti yang dijelaskan di atas, sobat perlu memilih sistem perkawinan ayam yang ingin digunakan. Setiap sistem memiliki kelebihan maupun kekurangan.

Selanjutnya tinggal menentukan mana yang cocok bagi sobat. Bila ingin hasilnya berkualitas saya menyarankan memilih sistem 1 banding 1 dengan memakai babon berkualitas.

 

2. Memilih induk dan jago

Kemudian agar bisa mendapatkan banyak keuntungan maka sobat harus menggunakan babon ayam yang berkualitas. Lalu juga dengan jago yang bagus, lebih baik jika pejantan sudah pernah menang di arena sabung ayam.

Umumnya ada dua jenis babon, yaitu babon unggul dan babon cetak dimana keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Apabila hasil ternak berasal dari ayam bermutu pasti harga jual anak ayam nantinya pun mahal.

 

3. Lokasi mengawinkan ayam

Pada proses perkawinan sobat sebaiknya menyediakan lokasi yang sesuai. Misalnya dibuatkan kandang umbaran atau kandang tertutup yang cukup luas.

Selain itu kondisi lingkungan harus tenang dan kondusif. Kemudian jangan sampai terganggu pejantan lain atau binatang lainnya ketika proses perkawinan berlangsung.

 

4. Menyediakan sarang

Membuat sarang atau tarangan ayam perlu dilakukan supaya induk ayam tidak bertelur di sembarang tempat. Selain itu juga agar telur bisa menetas semuanya.

Saya rasa untuk sarang ayam membuatnya tidaklah sulit. Sobat bisa menggunakan kotak yang diisi dengan jerami kemudian diletakkan di tempat yang nyaman.

 

5. Perawatan induk yang mengerami telur

Setelah induk mulai mengerami telur maka perlu sedikit perawatan oleh peternak. Biasanya ayam akan menetas sekitar 31 hari atau lebih. Pada fase ini sebaiknya selalu menyediakan pakan karena terkadang induk ayam akan turun sarang.

Kemudian jauhkan ayam lain dari sekitar sarang, termasuk juga ayam pejantan. Tujuannya agar induk tidak merasa terganggu. Bila sang induk sering diganggu bisa saja menjadi stres dan mengakibatkan telur tidak mau menetas.

 

Tips Merawat Anak Ayam Pasca Menetas

Pada saat anak ayam baru menetas merupakan fase kritis dimana sangat membutuhkan perawatan. Kesalahan dalam merawat bisa menyebabkan kematian bagi anak ayam. Berikut beberapa tips merawat anak ayam yang baru menetas:

  • Babon sebaiknya dipisahkan dari anak ayam, khususnya untuk induk yang tidak pintar mengurus anak.
  • Anak ayam bisa dipindahkan ke kandang bok, atau kandang khusus untuk anak ayam.
  • Selalu memberikan cahaya untuk penerangan, ini supaya pada saat malam hari anak ayam bisa selalu aktif makan agar cepat besar.
  • Kandang harus di desain rapat dengan sedikit ventilasi udara supaya ayam tidak merasa kedinginan.
  • Anak ayam perlu mendapatkan sinar mata hari paling tidak selama dua hari sekali agar sehat dan supaya bulu ayam tidak keriting.

Ciri ayam bangkok berkualitas

 

Pasti semua peternak selalu berharap mendapatkan hasil yang maksimal. Makanya tahap mengawinkan ayam menjadi poin penting yang harus diperhatikan peternak.

Jadi sebenarnya yang menjadi penentu adalah faktor induk dan jago yang digunakan. Kebanyakan dari kita sering mengalami masalah karena salah memilih induk, hasilnya ayam menjadi tidak produktif.

Gambar Gravatar
Tidak ada yang melarang manusia untuk berkreasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *